Wisata Kota Malang

Peta Kabupaten Malang

Arsip Blog


Jual Beli Laptop Notebook Malang

Kalah 4-1 Aremania Tetap Sambut di Lawang

Sabtu, 24 April 2010

Kekalahan telak Arema 4-1 (1-1) dari tuan rumah Persipura di Stadion Mandala sore kemarin diyakini tak menyurutkan dukungan suporter Aremania. M Yusriansyah, Aremania Korwil Face Book (AKFB) juga bisa menerima kekalahan telak tim pujaannya itu. Menurutnya dalam pertandingan sepak bola, kalah menang itu hal biasa. Bahkan, meski kalah, AKFB tetap akan menyambut Arema di perbatasan Lawang usai Arema menuntaskan program refreshing training di Bali. Rombongan tim usai tampil di kandang Persipura masih transit tiga hari di Bali sejak pagi ini. Mereka akan menjalani refreshing dan recovery. Dijadwalkan Rabu (28/4) mereka tiba di Malang. Sambutan Aremania itu akan diberikan sama dengan ketika Arema pulang dari kandang Persiwa dengan membawa kemenangan 2-0. "Bagi kami kekalahan bukan akhir segalanya," kata administrator AKFB ini.

Sementara Sabar Kasiyanto, ketua korwil Aremania Puncak menambahkan, komunitas suporter fanatik Arema ini menilai kekalahan Arema tersebut sangat bisa dimaklumi. Sebab selain secara teknis Persipura cukup bagus, soliditas timnya mapan, juga faktor pressure suporter tuan rumah yang sangat keras. Karena itu memang sangat berat bagi anak asuh Robert Albert situ untuk mencuri poin dari kandang tim berjuluk Muitara Hitam tersebut. Atas perjuangan maksimal yang dilakukan Noh Alam Shah dan kawan-kawan di Papua, Aremania tetap salut. "Di sana kan terkenal suporternya tak mau timnya kalah. Jadi tentu suporter melakukan terror pada pemain," ungkap Sabar Kasiyanto, ditemui di kantor Radar Malang, sore kemarin.

Menurut Sabar, ia juga menilai memang ada semangat dendam dari pemain Persipura pada Arema. Karena saat Arema menjamu Persipura pada putaran pertama tiga bulan lalu, para pemain sempat marah pada suporter Aremania. Ia mengaku tahu sendiri bagaimana gelandang Persipura Eduard Ivakdalam dan Ortizan Solossa begitu marah ke Aremania dengan melompat pagar tribun. Bahkan, kata Sabar, Eduard juga sempat mengacungkan jari tengah tanda betapa ia emosi usai diolok-olok suporter Aremania di tribun. Mereka tidak terima karena kalah dan dihujat suporter. "Bisa jadi karena dendam itu mereka membalasnya di Papua," ungkap pria asal Pujon ini.

Terlepas hasil tersebut, Sabar Kasiyanto yakin target Arema menjadi juara masih bisa tercapai. Sisa lima laga yang dimiliki Arema melawan Persela, Bontang FC, Persisam, PSPS Pekanbaru, dan Persija diyakini akan diraih dengan maksimal. Apalagi, tiga dari lima laga itu akan dilakoni di kandang sendiri, yakni menjamu Persela, Bontang FC, dan Persisam. Aremania yang sudah sangat tak sabar menunggu tropi Indonesia Super League (ISL) musim ini telah bertekad untuk memberikan dukungan habis-habisa. Aremania tak akan rela gelar juara yang sudah di depan mata itu akan diambilalih tim lain. "Justru kami akan mendukung tim Arema secara total. Kami akan berusaha bangkitkan mental tanding pemain untuk menghadapi lima laga terakhir," janji Sabar.

Hal serupa juga diungkap Anelia Yuliandari, Aremania Kepanjen. Menurutnya, kekalahan Arema wajar terjadi. "Tidak ada tim yang tidak dikalahkan. Meski kalah kami tetap akan mendukung Arema," kata pengagum M Ridhuan ini.

Bahkan menurut Arif Irawanto Junaedi, ketua korwil Aremania Jodipannes hasil yang diperoleh Arema ini sudah cukup maksimal. Banyak pengamat memprediksikan Arema akan pulang tanpa poin di ranah Papua, lawan Persiwa dan Persipura. Namun nyatanya Arema tetap mampu meraih tiga poin hasil kemenangan 2-0 melawan tuan rumah Persiwa Wamena (11/4).

"Kami berharap Arema akan sapu laga kandang dan curi dua laga tandang. Kami ingin melakukan selebrasi juara Aremania dan The Jak Mania di Gelora Bung Karno Jakarta," kata Gibas, sapaan akrabnya. (did/abm)(jawapos.co..id)

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Posting Komentar