Wisata Kota Malang

Peta Kabupaten Malang

Arsip Blog


Jual Beli Laptop Notebook Malang
Tampilkan postingan dengan label Kota Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Malang. Tampilkan semua postingan

Warna-Warni Dinding Kota

Senin, 12 April 2010

KOTA MALANG - Sudut-sudut Kota Malang kian banyak diwarnai dengan kesenian mural (melukis di atas media dinding) atau graffity. Sejumlah lukisan yang kusam pun diganti dengan lukisan yang baru. Pemandangan itu seperti halnya yang terlihat pada dinding tembok pertokokan di Jl Kahuripan Kota Malang.

Siang kemarin, sejumlah penggiat seni lukis graffity melancarkan aksinya mencoret-coret dinding tembok pertokoan milik warga itu dengan beragam lukisan karakter wajah orang.

Berbekal belasan cat pilot warna-warni dan seperangkat masker, sejumlah remaja itu menghias dinding kota. Aksi coret-coret dinding itu, tidak saja dilakukan para aktivis yang tergabung dalam komunitas penggiat mural di Kota Malang, tapi juga berasal dari sejumlah wilayah. Seperti dari Surabaya, Kediri, Jogjakarta, hingga Jakarta. Dari Kota Malang, even itu dimotori oleh Ngaco (Ngalam Aerosol Community).

Mereka mengusung tema karakter untuk menghiasi dinding kota itu. Beragam karakter yang dimunculkan pada lukisan dinding tersebut. Ada yang menggambarkan keangkeran seperti gambar tengkorak dengan berbagai pose, wajah bertopeng, serta gambar karakter wajah lainnya.

"Ini memang karya kolaborasi. Kami bersatu membuat karya di sini dengan berbagai macam karakter sesuai dengan yang kami inginkan," kata Joni Jonathan yang biasa dipanggil Jeje, salah satu anggota Ngaco (Ngalam Aerosol Community), siang kemarin.

Jeje mengatakan, kolaborasi itu dilakukan dalam rangka memperingati ulang tahun Ngaco keempat tahun. Untuk itu, Ngaco bersama sejumlah komunitas graffity di Malang mengajak para pegiat graffity di sejumlah wilayah untuk bergabung mempercantik wajah dinding kota yang kusam. (yak/lia) (jawapos.co.id)
Read More Warna-Warni Dinding Kota

Perda Rokok Usulan PKS, PDIP-Golkar Setuju, PKB Pikir-Pikir

Senin, 08 Februari 2010

Perda Rokok Usulan PKS, PDIP-Golkar Setuju, PKB Pikir-Pikir - Gagasan pembuatan perda (peraturan daerah) tentang pengaturan merokok direspons beragam sejumlah wakil rakyat. Sebagian dewan ada yang mendukung rencana yang digulirkan oleh fraksi PKS DPRD Kota Malang itu, sebagian beranggapan belum perlu diterapkan.

"Kalau untuk pengaturan saja, kami sepakat. Yang perlu digarisbawahi tidak sampai merugikan industri rokok, khususnya yang ada di Kota Malang. Karena ada ribuan orang yang menggantungkan hidupnya dari insutri rokok," kata Priyatmoko Oetomo, wakil Ketua DPRD Kota Malang, siang kemarin.

Menurut Moko -panggilan akrabnya, rencana pengaturan merokok itu cukup bagus dan bisa ditindaklanjuti. Dengan begitu, ada kejelasan dimana tempat-tempat yang tidak diperkenankan merokok dan mana saja tempat yang diperkenankan merokok. "Ruangan untuk merokok juga harus dipersiapkan," kata politisi PDIP yang juga perokok ini.

Sri Untari, ketua fraksi PDIP juga menyatakan serupa. Secara pribadi, dia juga menyatakan cukup sependapat dengan gagasan pengaturan kawasan merokok. Menurutnya, pengaturan itu menjadi langkah yang positif. "Kalau memang nanti bisa diundangkan, semoga bukan sekadar aturan. Tapi, juga harus konsisten dengan program dan kegiatan pendukung. Sanksinya juga harus tegas, kalau tidak, percuma," kata wakil ketua komisi B ini.

Sofyan Edi Jarwoko, ketua Fraksi Golkar menegaskan masih akan mempelajari terlebih dahulu sesuai dengan aturan yang ada. Termasuk juga manfaatnya bagi masyarakat. "Secara pribadi saya sepakat. Dengan begitu juga bisa memberi ruangan yang sehat bagi yang tidak merokok," kata ketua badan kehormatan dewan ini.

Seperti diberitakan, tak kunjung adanya pengaturan kawasan merokok oleh pemkot direspon wakil rakyat yang duduk di fraksi PKS. PKS yang sebelumnya sudah menerapkan kawasan bebas asap rokok di ruangan fraksinya itu bakal mengusulkan perda inisiatif pengaturan rokok kepada badan legislasi DPRD Kota Malang.

Sementara itu, pemandangan berbeda dari Sutiaji. Ketua fraksi PKB ini mengatakan, perda pengaturan itu dinilai belum mendesak. Meskipun secara pribadi, dia juga mendukungnya. Hanya saja, menurut dia, masih ada perda yang lebih mendesak untuk segera diselesaikan. "Pelayanan publik misalnya, itu lebih banyak bermanfaat bagi warga. Menurut kami itu yang lebih dulu digarap," kata sekretaris komisi C ini. (yak/ziz) (jawapos.co.id)
Read More Perda Rokok Usulan PKS, PDIP-Golkar Setuju, PKB Pikir-Pikir

26 Persen SMP Kota Malang Tak Lulus

Kamis, 28 Januari 2010

26 Persen SMP Kota Malang Tak Lulus - Kalangan pendidik tingkat SMP di Kota Malang patut waspada menghadapi ujian nasional (UN) pertengahan Maret mendatang. Karena sinyal bakal jebloknya tingkat kelulusan siswa sudah mulai tampak. Itu terlihat dari hasil akhir tryout yang berakhir pekan lalu.

Dalam rekapan yang dilakukan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP menyebutkan bahwa dari 24 SMPN dengan 6.527 siswa, tercatat 26,15 persen dinyatakan tidak lulus. Jumlah ketidaklulusan siswa itu diakibatkan kesulitan mengerjakan soal di mata pelajaran matematika.

Sedang mata pelajaran lain, tingkat kegagalan masih terbilang cukup rendah. Di mata pelajaran IPA misalnya, tercatat 15,96 persen siswa yang tidak lulus, Bahasa Inggris 5,58 persen, dan Bahasa Indonesia 3,68 persen. "Bobot soal untuk tryout tahap pertama ini memang sangat tinggi, makanya cukup banyak yang gagal," kata Hadi Harianto, ketua MKKS SMP Kota Malang kemarin.

Khusus untuk mata pelajaran matematika, kata Hadi, perlu ada evaluasi sangat khusus dari semua sekolah dan para guru. Karena dari analisanya bersama kepala sekolah, kesalahan siswa cukup mendasar. Yakni, hanya masalah kecerobohan atau kurang teliti saat mengerjakan soal. Kekurangtelitian itu terletak pada pertanyaan yang sifatnya menjebak berupa pernyataan.

Misalnya ada pernyataan 2 + 2 = 4, lalu ada pertanyaan; Benarkah 4 itu berasal dari 3 + 1? Nah saat ada pertanyaan seperti itu, siswa bingung. "Kalau sudah pertanyaan menjebak, siswa terlihat tergesa-gesa dan tidak jeli," urai kasek SMPN 21 ini.

Dari analisa itu, MKKS telah membuat solusi untuk melakukan evaluasi secara total dengan cara memperbanyak latihan soal matematika. Para guru juga harus memberi pemahaman tentang strategi mengurai pertanyaan yang sifatnya menjebak. Siswa diminta untuk tidak gampang menjawab soal sebelum paham benar dengan pertanyaan yang ada.

"Solusinya memang siswa di-drill lagi mata pelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi lulusan (SKL)," tandas mantan Kasek SMPN 5 ini.

Sementara Kasek SMPN 1 Burhanudin mengakui siswanya kesulitan di mata pelajaran matematika. Bahkan ada tiga siswa yang nilai matematika dalam tryout lalu di bawah standar 5,5. Padahal untuk mata pelajaran lain nilai rata-ratanya cukup tinggi. Mapel bahasa Inggris 7,8, bahasa Indonesia 8, dan IPA 8. Namun jumlah total siswa yang nilainya di bawah 6 tercatat ada 17 siswa. "Matematika memang butuh perhatian lebih serius," tandas Burhanuddin.

Untuk mengantisipasi jeblok UN nanti, Burhanuddin membuat kebijakan seluruh siswa yang nilainya di bawah 6 dikumpulkan jadi satu. Mereka akan diberi materi tambahan di luar jam sekolah sejak Senin mendatang hingga UN berlangsung. Materi yang diberikan pun khusus pada materi yang nilainya di bawah 6. "Tiap hari mereka yang nilai kurang standar akan kami drill setelah sekolah," janji Burhanuddin.

Beda dengan di SMPN 1, siswa di SMPN 20 justru kesulitan di mata pelajaran IPA. Ada tujuh siswa yang nilainya di bawah target 5,5. Sementara nilai dari mata pelajaran yang lain masih dalam angka normal. "Materi soal IPA di tryout lalu lebih banyak dari kelas 10 dan 11. Hanya 40 persen yang dari kelas 12. Ini sengaja untuk melatih ingatan siswa dengan pelajaran tahun sebelumnya," kata Waris Santosa, kasek SMP 20 yang juga koordinator pembuat soal IPA ini. (abm/war)
Read More 26 Persen SMP Kota Malang Tak Lulus

Calon Ketua PKB Kota Masih Malu-Malu

Sabtu, 02 Januari 2010

Calon Ketua PKB Kota Masih Malu-Malu - Pemilihan ketua DPC PKB Kota Malang pada 17 Januari mendatang bakal berlangsung seru. Ada enam nama kader partai yang bakal meramaikan pemilihan ketua dewan tanfidz pada Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-5 DPC PKB Kota Malang di Pondok Pesantren Al Hikam.

Mereka akan bersaing mendapatkan dukungan dari enam suara untuk menduduki jabatan ketua yang saat ini dijabat oleh Muhaimin M.T. Enam suara itu berasal dari lima suara PAC (pimpinan anak cabang) dan satu suara dari DPC (dewan pimpinan cabang).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, enam nama yang bakal bersaing itu antara lain, Arif wahyudi; Ahmad Fauzan; Mohammad Rifai; Rasmuji; Siswo Waroso; dan Fatchullah.

Tiga di antara enam kader partai yang didirikan KH Abdurrahman Wahid itu, saat ini duduk di kursi parlemen. Yakni, Rasmuji (anggota komisi D), Siswo Waroso (anggota komisi B), dan Arif Wahyudi (ketua komisi A).

Sementara tiga kader lainnya adalah pengurus PAC, masing-masing Mohammad Rifai (ketua PAC Lowokwaru), Ahmad Fauzan (ketua PAC Blimbing), dan Fatchullah (ketua dewan syuro PAC Sukun).

Sedangkan untuk dewan Syuro, ada dua nama yang muncul. Yakni, Muhaimin MT yang saat ini menjabat sebagai ketua tanfidz dan Fatchullah, ketua dewan syuro PAC Sukun.

Siswo Waroso tidak mau memberikan penegasan terkait rencana pengajuan dirinya menjadi calon ketua. Dia bahkan mengatakan pemilihan itu waktunya masih lama. Disinggung kesiapannya, Siswo yang menjabat sebagai wakil ketua badan anggaran legislatif ini juga tidak mau menjawab. "Masih lama, Mas. Nanti saja, saya hubungi. Saya masih di jalan," kata dia.

Senada, Arif Wahyudi juga tidak mau memberikan penegasan dirinya akan maju pada muscab. Hanya saja, jika dia diusulkan untuk menduduki jabatan ketua, maka dia tidak akan menolaknya. "Saya ini terserah musyawirin (peserta muscab). Jika diusulkan, maka sebagai kader saya siap maju," kata mantan wakil ketua dewan ini.

Sementara itu, Sutiaji, ketua panitia muscab membenarkan adanya sejumlah nama yang muncul. Menurutnya, setiap nama berpeluang mendapatkan dukungan. "Nanti saat muscab akan kelihatan," kata ketua fraksi PKB DPRD Kota Malang ini.

Dia menjelaskan, muscab itu dilakukan karena jabatan ketua Muhaimin sudah berakhir Desember lalu. Sebenarnya, masa kepemimpinan itu sudah berakhir sekitar Juli lalu pada saat pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg). "Karena sedang disibukkan dengan agenda pileg, akhir diperpanjang sampai Desember," kata sekretaris komisi C ini. (yak/ziz)
(jawapos.co.id 03/01/12)
Read More Calon Ketua PKB Kota Masih Malu-Malu