Wisata Kota Malang

Peta Kabupaten Malang

Arsip Blog


Jual Beli Laptop Notebook Malang

AAJI Mantapkan Produk Asuransi Syariah

Sabtu, 02 Januari 2010

AAJI Mantapkan Produk Asuransi Syariah - Pencapaian kinerja perusahaan asuransi di Malang selama 2009 lalu relatif bagus. Indikasinya, dilihat dari pertumbuhan pemegang polis dan nilai premi. Pencapaian polis dan nilai premi masing-masing anggota yang tergabung dalam wadah AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) Malang, rata-rata melejit minimal 25 persen dibanding tahun lalu.

"Kami sulit untuk mendapatkan data per anggota, karena mereka tidak memiliki kewajiban melaporkan kinerja kepada kami (AAJI)," ucap Ketua AAJI Malang Yurianto. Terkait pertumbuhan pada 2009, AAJI mematok bisa mencapai 35 persen, namun pencapaiannya sekitar 25 persen.

Program AAJI pada tahun 2009 lalu adalah berupaya mendorong penawaran produk syariah. Karena dari total anggota, 17 perusahaan, baru enam saja yang memiliki produk tersebut. Langkah mendorong anggota mengembangkan produk syariah ini untuk menjawab tantangan pasar, sekaligus merupakan pelebaran bisnis dari asuransi konvensional.

"Kiat kami (AAJI) agar anggota yang ada ini lebih bisa berkembang. Terutama, mampu menciptakan produk karena tuntutan situasi dan kondisi pasar. Tahun 2010 ini, kami memantapkan program penambahan produk berbasis syariah itu," tambahnya.

Melihat dari anggota yang sudah lebih dahulu menawarkan produk syariah, lanjut dia, tren perkembangannya ternyata bagus. Apalagi, kalau dibarengi ketepatan sosialisasi kepada calon nasabah. Produk syariah memiliki magnet khusus, meski produk lain juga tetap diminati. "Nasabah kalau sudah membeli produk syariah itu biasanya mereka memang sudah fanatik," ucapnya.

Eka Putra Sakti, senior agency director AIA Financial menambahkan, jika selama ini sudah menyiapkan penambahan produksi syariah maka pada 2010 ini berupaya merealisasikan. "Persiapan instrumennya sudah cukup matang, karena kami tak ingin asal-asalan. Saat ini tinggal menunggu timing yang tepat saja," ujar Eka.

Dia optimistis, produk syariah itu nanti akan menyedot perhatian nasabah lebih besar. Terpenting perlunya kemampuan agency dalam menjual produk tersebut. Sehingga, nasabah yang membeli bisa merasakan manfaatnya. "Segmen ritel menjadi prioritas, meski tetap fokus ke corporate," ungkapnya. (hap/lia /jawapos.co.id)

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Posting Komentar